MPesona Marabahan
Sejarah Kerajaan Marabahan & Situs Candi Agung

Bandar Kuta Arya Taranggana: Jejak Nama Marabahan sebagai Pusat Pemerintahan Barito Kuala

Menelusuri jejak nama Bandar Kuta Arya Taranggana, Marabahan, dan Muara Bahan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Barito Kuala di tepi Sungai Barito.

Bandar Kuta Arya Taranggana: Jejak Nama Marabahan sebagai Pusat Pemerintahan Barito Kuala

Sorotan Utama

  • Marabahan dikenal juga sebagai Muara Bahan atau Bandar Kuta Arya Taranggana.
  • Marabahan adalah ibu kota Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
  • Kota ini terletak di tepi Sungai Barito dan di muara Sungai Bahan.
  • Jarak Marabahan sekitar 48 km ke utara Kota Banjarmasin.
  • Marabahan sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Barito Kuala.

Tiga Nama untuk Satu Kota Tepi Sungai

Dari atas perahu klotok yang menyusuri Sungai Barito, siluet Marabahan muncul perlahan selepas tikungan. Rumah-rumah panggung berderet menghadap air, sementara perahu motor hilir-mudik membawa penumpang dan barang. Di kota inilah tiga nama bertemu dalam satu titik: Marabahan, Muara Bahan, dan Bandar Kuta Arya Taranggana.

Nama Marabahan lekat dengan posisinya di muara Sungai Bahan, anak sungai yang bermuara ke Barito. Dari situlah sebutan Muara Bahan mengalir, lalu menyederhana menjadi Marabahan. Sementara Bandar Kuta Arya Taranggana merujuk pada peran lama kawasan ini sebagai bandar, tempat kapal dan perahu singgah, bertemu, dan berniaga. Kata bandar menunjuk pelabuhan sungai, kuta menunjuk permukiman berpagar, dan arya taranggana menunjuk kedudukan yang dihormati.

Ketiga nama itu bukan sekadar label. Ketiganya merekam fungsi Marabahan dari masa ke masa: muara, pelabuhan, dan pusat kekuasaan. Pada 2025, fungsi itu masih terbaca jelas di lapangan. Kantor bupati, pasar, dermaga, dan rumah-rumah warga tumbuh memanjang mengikuti alur sungai, bukan mengikuti pola kota daratan yang menyebar ke segala arah.

Dari Bandar Sungai ke Ibu Kota Kabupaten

Marabahan adalah ibu kota Kabupaten Barito Kuala, sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian kabupaten tersebut. Status ini menempatkannya sebagai simpul utama bagi kecamatan-kecamatan lain di Barito Kuala, mulai dari Alalak di selatan hingga wilayah-wilayah hulu di utara dan timur.

Jaraknya sekitar 48 kilometer di sebelah utara Kota Banjarmasin. Angka itu terasa dekat di peta, tetapi di lapangan bergantung pada moda. Lewat jalan darat, perjalanan dari Banjarmasin ke Marabahan menempuh ruas jalan provinsi yang melintasi kawasan rawa dan perkebunan. Lewat sungai, perjalanan bisa ditempuh dengan speedboat atau klotok, terutama bagi warga yang rumahnya menghadap langsung ke Barito.

Sebagai pusat pemerintahan, Marabahan menampung kantor-kantor dinas, fasilitas kesehatan, sekolah lanjutan, dan pusat perdagangan. Pasar Marabahan menjadi tempat bertemunya hasil bumi dari desa-desa sekitar: kelapa, karet, padi, dan hasil sungai. Pada pagi hari, pasar ini ramai oleh pedagang yang datang naik perahu maupun sepeda motor.

Peran bandar lama itu bertahan dalam bentuk lain. Dermaga dan tepian sungai tetap menjadi urat nadi distribusi barang. Barang kebutuhan pokok datang dari Banjarmasin lewat sungai dan jalan darat, sementara hasil kebun dan tambak dikirim keluar dari Marabahan.

Yang Tetap dan Yang Berubah

Posisi Marabahan di tepi Sungai Barito dan di muara Sungai Bahan membuat kota ini akrab dengan pasang surut. Kehidupan warga menyesuaikan diri: rumah panggung, tangga kayu menuju air, dan perahu yang ditambat di bawah rumah. Pada musim kemarau, air surut dan sebagian tepian mengering. Pada musim hujan, air naik dan kadang menggenangi jalan-jalan rendah.

Iklimnya tropis basah, dengan hujan sepanjang tahun dan suhu yang relatif panas. Vegetasi khas rawa dan tepi sungai mendominasi: pohon rambai, kelapa, dan tumbuhan air di sekitar muara. Kehidupan ekonomi warga bertumpu pada pertanian, perkebunan, perikanan sungai, dan perdagangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan jalan dan jembatan terus mengubah wajah Marabahan. Akses darat ke Banjarmasin dan kota-kota lain di Barito Kuala membaik, membuat perjalanan lebih cepat. Namun sungai belum kehilangan perannya. Bagi banyak warga, Barito tetap jalur utama, terutama untuk mengangkut hasil bumi dalam jumlah besar.

Nama Bandar Kuta Arya Taranggana mungkin tidak lagi dipakai sehari-hari. Warga lebih sering menyebut Marabahan. Tetapi jejak namanya tersimpan dalam sejarah lokal sebagai penanda bahwa kota ini dulu bukan sekadar permukiman tepi sungai. Ia adalah bandar, tempat orang datang dan pergi, berniaga, dan membangun pemerintahan. Statusnya sebagai ibu kota Kabupaten Barito Kuala hari ini adalah kelanjutan dari peran lama itu.

Tonton Video

Tanya Jawab Singkat

Apa nama lain Marabahan?

Marabahan juga dikenal sebagai Muara Bahan dan Bandar Kuta Arya Taranggana.

Di mana letak Marabahan?

Marabahan terletak di tepi Sungai Barito dan di muara Sungai Bahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Berapa jarak Marabahan dari Banjarmasin?

Sekitar 48 kilometer di sebelah utara Kota Banjarmasin.

Apa peran Marabahan bagi Barito Kuala?

Marabahan adalah ibu kota Kabupaten Barito Kuala sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian kabupaten.